Surat Untuk Firman Utina (Di DetikNews)

Semakin banyak direpost, semakin besar probabilitas sampai ke seluruh elemen bangsa Indonesia, Timnas, rakyat, bahkan sampai para politisi tak tahu malu, yang sangat memalukan almamater tersebut. Sedih aku melihat bangsa ini seperti saat ini.

-Doel-

Jakarta – Sebuah blog yang ditulis seorang novelis, ES Ito, menyebar cepat di dunia maya. Judulnya ‘Surat Untuk Firman’ yang dinilai publik sangat inspiratif. Ito berpesan pada Firman Utina cs, bahwa esensi sepak bola adalah berbagi kegembiraan dengan seluruh rakyat. Tidak ada urusan menang kalah.

“Ini sebenarnya adalah ide di setiap otak orang Indonesia, bahwa sepak bola itu adalah kegembiraan,” kata ES Ito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (28/12/2010).

Ito menyesalkan betapa politisasi timnas telah merenggut kegembiraan dalam bermain bola. Politisasi telah mengerdilkan sepak bola menjadi urusan menang kalah, harga diri bangsa dan lain-lain. Padahal, timnas mengawali aksi gemilang di Piala AFF karena mereka saling berbagi kegembiraan dengan rakyat Indonesia.

“Yang murni mendukung timnas kita, akan sepakat sepakbola itu fun. Lihat lho ini anak-anak muda bermain, mereka punya cara merayakan kegembiraan. Nggak ada urusan menang kalah,” ujar penulis novel ‘Negara Kelima’ dan ‘Rahasia Meede’ ini.

Ito berharap suratnya bisa dibaca Timnas, agar mereka tidak usah memikirkan Piala AFF. Ito hanya ingin mereka bermain dengan gembira di Senayan, seperti anak-anak yang bermain bola. Lantas kegembiraan itu dibagi bersama-sama dengan semua rakyat Indonesia. Jangan biarkan kepentingan politik tertentu merenggut kegembiraan rakyat.

“Saya senang jika banyak yang menilai ini inspiratif. Blog saya www.itonesia.com sekarang tidak bisa diakses hahaha,” pungkasnya.

Berikut adalah ‘Surat untuk Firman’:

Surat Untuk Firman

Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita tumbuh di tengah sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka. Kaki kita menapaki jalan panjang dengan langkah payah menyeret sejuta beban yang seringkali bukan urusan kita. Kita disibukkan dengan beragam masalah yang sialnya juga bukan urusan kita. Kita adalah anak-anak muda yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada henti mengabarkan kebencian. Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana mestinya, narkoba politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu kita dan mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati sendiri. Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita untuk menjadi seperti mereka?

Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita hanya ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri berkah yang kita dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan berbagi kebahagiaan, sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama kebahagiaan kita. Kawan, inilah kenyataan memilukan yang kita hadapi, karena kita hidup tanpa cinta maka bahagia bersama menjadi langka. Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang tua, bagaimana mereka bisa tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah persoalan kegemaran. Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu maka kau tidak akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan umbul-umbul, tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada kuli kamera yang menimbulkan kolera. Cinta adalah kesungguhan yang tidak dibatasi oleh menang dan kalah.

Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu. Keramaian puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang lantang bersuara demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana jahat untuk menghancurkan kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah memberi makna solidaritas. Gocekanmu kawan, telah mengundang tarian massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, menghidupkan harapan kepada adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. Tendanganmu kawan, membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah dari kehidupan kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang frustasi, semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming bonus dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau terkapar, tetapi aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka bilang kau akan membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan gembira.

Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola lah dan tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada urusannya dengan garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus kegembiraan. Sepak bola tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab harga diri tumbuh dari sikap dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak mewakili siapa-siapa, kau memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di pinggir lapangan, kau tidak perlu menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan para pecundang. Berlarilah Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian adalah kanak-kanak yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah Maman, Hamzah, Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata persoalan kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan. Gonzales dan Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan contoh kepada bangsa yang miskin teladan.

Kawan, aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat dari seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya, kami tidak mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan kegembiraan bersama dimana tawa seorang tukang becak sama bahagianya dengan tawa seorang pemimpin Negara. Tidak, kami tidak butuh piala, bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. Biarkan bola mengalir, menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah keberuntungan. Esok di Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa kebahagiaan bukan urusan menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada cinta dan solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. Adik-adik kita akan menjadikan kalian teladan! (fay/asy)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Berbagai Jenis Format Grafik

Lagi beres-beres kamar total, total bener-bener total ini, berhubung besok mau bongkar plafond , terus nemu potongan artikel BITS (buletin IT di kampus) entah taun kapan, udah tua banget nampaknya. Isinya saya rasa patut di share dan juga supaya bisa saya baca-baca lagi kalau lupa, mengenai kelebihan tiap-tiap jenis format grafik yang umum digunakan. Jadi ini bukan tulisan saya yaa, sekedar berbagi bacaan. Pentingnya tahu hal ini adalah agar kita dapat menentukan pilihan format mana yang paling pas yang akan kita gunakan, sehingga hasilnya optimal dalam menyimpan/mengolah data gambar digital kita.

Sebelum lebih jauh, kita harus tahu dulu nih sistem penyimpanan warna dalam data grafik. Satuan data terkecil dalam data grafik, disebut pixel. Setiap pixel ditampilkan dalam jumlah bit tertentu yang disebut kedalaman warna. 1 bit hanya dapat memiliki nilai 1 atau 0 dan itu berarti bahwa data sebesar 1 bit hanya dapat menampung 2 warna. Sehingga jika suatu format gambar misalnya memiliki kedalaman warna 4 bit, maka jumlah palet warna yang dapat ditampilkan dalam format tersebut adalah 24 (16) warna.

Format grafik yang umumnya telah kita kenal, dan sering digunakan ada lima buah, yaitu Bitmap (.bmp), TIFF (.tif), JPEG (.jpg), GIF (.gif), dan PNG (.png). Berikut adalah kelebihan dari masing-masing format :

1. Bitmap

Merupakan standar grafik yang dikembangkan oleh Microsoft untuk menampilkan gambar pada Windows. Hal ini membuatnya dapat dibaca oleh semua program Windows walaupun tidak semua operating software lain dapat membacanya. Kualitas gambar cukup mendetail karena informasi pada gambar diletakkan pixel demi pixel. Tetapi ini mengakibatkan ukuran filenya menjadi sangat besar, sehingga kurang baik untuk digunakan di Internet. Kedalaman warna pada bitmap dapat diatur dari 1 bit hingga 24 bit (16.7 juta warna) Untuk gambar dengan warna yang tidak terlalu kaya, kedalaman warna sebaiknya diturunkan agar file size-nya menjadi lebih kecil.

2. TIFF (Tagged Image File Format)

Untuk foto dengan kedalaman warna dan resolusi yang sangat tinggi, para profesional di bidang fotografi dan desain grafis memilih format TIFF (.tif). Kelebihannya selain pada kedalaman warna yang mencapai 64 bit, juga kemampuannya untuk dapat dibaca di berbagai platform operating software. TIFF menjadi pilihan tepat apabila ingin mencetak gambar dengan ketajaman yang tinggi.

3. JPEG (Join Photographic Experts Group)

Format JPEG merupakan standar yang paling banyak digunakan di Internet. Sistem kompresi data grafik yang diterapkan pada JPEG menghasilkan kualitas gambar foto yang baik dengan perpindahan warna yang halus dan ukuran file yang relatif tidak besar. Kedalaman warnanya dapat mencapai 24 bit dan dapat dibaca oleh kebanyakan browser dan program grafik. Jadi secara kasat mata tanpa memperhatikan detail, kualitas JPEG dapat menyamai TIFF dan BMP. Tingkat kompresinya dapat diatur, sehingga semakin tinggi kompresi ukuran file akan semakin kecil, namun kualitasnya semakin rendah.

4. GIF (graphic Interchange Format)

GIF memiliki kelebihan pada ukuran file-nya yang sangat kecil. Karenanya GIF sangat banyak digunakan di Internet terutama sebagai tombol, logo, dan elemen-elemen desain pada website. Selain itu, GIF memiliki warna transparan dan dapat melakukan animasi. GIF hanya memiliki kedalaman warna 8 bit (256 warna). Dengan demikian, GIF tidak cocok untuk menampilkan gambar yang tajam seperti foto (akan terlihat berbintik). Akan tetapi GIF unggul untuk gambar dengan warna berbentuk blok (seperti film kartun).

5. PNG (Portable Network Graphic)

PNG disebut-sebut sebagai pengganti GIF dan JPEG. Format ini dapat menyimpan warna transparan. Meski memiliki kedalaman warna 24 bit seperti JPEG, kompresi pada PNG tidak menurunkan kualitas gambar dan tidak membuat gambar terlihat pecah-pecah. Karenanya, PNG cocok untuk menampilkan screenshot dan gambar yang mengandung teks. Ukuran file-nya relatif lebih besar daripada JPEG. Walaupun begitu, PNG sudah cukup baik untuk menampilkan elemen-elemen wabsite ataupun dipertukarkan lewat Internet.

Demikian, =) kalau tanya lebih jauh lagi saya pun kurang mengerti, karena ini bukan tulisan saya, hanya mau berbagi bacaan yang menurut saya bermanfaat. Selamat berkarya! Enjoy! ;)

-Doel-

 

Posted in My Journal | Leave a comment

Quotes of The Day (07.12.10)

Dari Abu Dzar Ra., ia berkata,

“Rasulullah Saw bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman,

“Wahai hamba-Ku, masing-masing dari kamu itu sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, mintalah petunjuk, maka Aku akan memberikanmu petunjuk. Masing-masing dari kamu itu fakir, kecuali orang yang Aku beri kekayaan, mintalah kepada-Ku, maka Aku akan memberimu. Masing-masing dari kamu itu berdosa, kecuali orang yang Aku ampuni… Demikian itu karena Aku Maha Pemurah dan Dermawan, Aku berbuat apa yg Aku kehendaki, pemberian-Ku adalah satu perkataan dan siksaan-Ku adalah satu perkataan, karena urusan-Ku adalah apabila Aku menghendaki sesuatu, maka Aku ucapkan, “Jadilah, maka sesuatu itu pun menjadi ada.” (Hadist ditakhrij oleh Abu Isa At Tirmidzi)

Posted in Mengejar Iman, Nice Quotes | Leave a comment

Lowongan Kerja Buat Sarjana TEKNIK KELAUTAN di PT. LAPI ITB

Assalamu’alaikum Kawan” KMKL.

Buat yang baru lulus, atau yang mau lulus, atau yang udah tingkat” akhir mau kuliah sambil kerja…

Ada Lowongan Pekerjaan Sebagai Coastal Engineer. *tp klo blm lulus jg blh kok, minimal udah tingkat 4 lah kayaknya.

Di PT. LAPI ITB.
Dibutuhkan sekitar 2 – 3 orang.

Kalau berminat langsung aja hubungi :
Dany Friyadi, ST.
email : dannyf1899@gmail.com
Mobile : +62-852-134-54527

Kak Dany ini juga alumni KL, doi juga lagi ngambil S2 di KL ITB skrg. Jadi mungkin klo mau tanya” juga gampang, bisa langsung ketemuan di KL.

Sekian infonya kawan”, ini saya diminta menyampaikan info ini sama si Kak Dany-nya langsung. Jadi ga usah ragu”, klo emang berminat kerja di LAPI, trs minatnye jg emang tentang Coastal, langsung aje hubungin doi. Oiya, tambahan jg, katanya klo emang serius kerja disitu, nnti klo udah brp taun bisa dibiayain S2 jg katanya.

Oke, sekian dan terimakasih.

Jalesveva Jayamahe!!!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Posted in Ocean Engineering | 2 Comments

Ramadhan Mau Abis Cuuyy.. =’(

Gile cuy, coba liat ke atas langit di malam hari ini…
Gimane??
Bulan yang keliatan udah makin dikit yak??

Iye nih, Ramadhan mau pergi cuy, sedih ga lo?? =’(

Inget udah ngapain aje di bulan ini???

Inget dosa-dosa yang udeh dilakuin di bulan ini???

bukannye nimbun pahala, malah nimbun dosa!!

di bulan suci ini cuuyy..

Yaa Allaah..

Yaa Rabbiii..

Yaa Rahmaan..

Yaa Rahiim..

Ya Ghoffuuuur…

Astaghfirullah hal Adziiiim..

Ampuni dosa hamba dan saudara-saudara hamba yaa Allah.. =’(

Ampuni kami yaa Ghaffuuur.. =’(

Tuntunlah kami untuk dapat slalu berada di jalan-Mu ya Allah..

Jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Engkau ridhai, jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat selalu sampai di hari pembalasan nanti, jalan orang-orang yang Engkau beri rahmat slalu..

Astaghfirullaah.. =’(

Ayo cuyy, walau tinggal seminggu lagi, tapi kita masih dikasih waktu nih, semoga masih sempet kita bertobat, sebelum ajal datang menjemput..
Tobat yang sebenar-benarnya tobat..

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar, dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan yang lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya tobat.” – QS: Al-Furqaan ayat 67-71

Sekalian, saya pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang merasa pernah tersakiti oleh saya, mohon maaf lahir dan batin, atas semua kesalahan saya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, baik yang saya lakukan secara sadar maupun yang tidak saya sadari. Mohon maaaaf sekaliii…

Ayo Ramadhan ini tinggal seminggu lagi…

Apa yang ingin kita lakukan???

Yakin masih bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan???

Astaghfirullah hal Adziiiim…

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

-Doel-

Posted in In my head, Mengejar Iman, My Journal | Leave a comment

Jilbab?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Setelah lama tidak di-update, mumpung sempet dan mumpung ada yang mau di-share saya mau update ah…

Ini bukan tulisan saya sendiri, saya persembahkan khusus untuk teman-teman saya tercinta. Nemu di notes fb temennya temen saya, berhubung tulisannya bagus dan sangat baik jika semakin banyak yang membaca, khususnya para wanita, saya rasa si pemilik notes tidak akan keberatan jika saya share disini, mau ijin ga kenal soalnya. Ijin yaa, klo nnti yang punya nemu.

Okey, tanpa perlu berlama-lama lagi, monggo dibaca, jangan lupa baca Bismillah dulu..

بسم الله الرحمن الرحيم

“Kamu tahu kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?”

“Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi.
Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi.”

“Dan kamu tahu? Di kampus tempat saya seharian di sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.
Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.”

“Melihat ke depan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, menoleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar ke kanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!”

“Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?”

“Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah!”

“Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu.
Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang.
Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.
Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata.”

“Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.”

“Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.”

“Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan memakai aset berharga yang mereka punya.”

“Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi.”

“Dan anda tahu apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki?”

“Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!
Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki.”

“Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan?”

“Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan?”

“Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.
Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual.
Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin.
Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima.”

“Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.”

“Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini.
Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya.
Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana?
Apakah saya harus menikmatinya…? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini.
Bagaimana nanti saya mempertanggung-jawabkannya?
Sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.”

“Allah Ta’ala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur : 30-31).

“Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini.
Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa mempertanggung- jawabkannya nantinya.
Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.
Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini.
Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa.”

“Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk? Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?”

“So, berjilbablah … karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.”

Sumber : artikel ilma95
Milis Sabili
Dikirim oleh: Leo Imanov
Sabtu, 13 Agustus 2005
Sumber : Catatan Lia ‘coleha’ Srg: ^^…Perempuan Di ‘OTAK’ Lelaki…^^

Gtuu kawaan, mohon maaf jika ada yang tersinggung, atau salah paham. Semoga bisa menanggapi tulisan ini dengan baik. I share this, because I care for you my friends. =) Semoga kita semua selalu dalam lindungan, rahmat dan karunia serta hidayah Allah سبحانه وتعالى . Amiiiin Ya Rabbal Alamiiin..

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

-Doel-

Posted in Mengejar Iman | 3 Comments

Video ‘Penyentil’ Iman

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Video-video ini sebenarnya sudah pernah saya selipkan di tulisan saya yang lalu, namun saya rasa kurang pas untuk tetap berada disana. Karena video yang memperingatkan kita tentang dosa-dosa sehari-hari yang sering kita lakukan dan kadang tidak kita sadari ini sangat bermanfaat menurut saya. Jadi lebih baik saya letakkan sendiri disini, silahkan dilihat, dimaknai dan diresapi, semoga bermanfaat.. semoga kita semua selalu diberikan hidayah oleh Allah SWT, amiin..

1. Aurat

2. Bohong

3. Arak

4. Bangun Subuh

5. Jaga Pandangan

6. Syaitan dan Api

7. Makanan Syaitan

8. Merokok

9. Hormati Orang Tua

10. Tinggi Hati

11. Pemarah

Jadi?? Semoga bermanfaat..

-Doel-

Posted in Mengejar Iman | Leave a comment

Akhirnya Sembuh Jugaa..

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Hmmm, tepat tiga minggu dari post terakhir saya. Padahal niatnya di 2010 ini mau nulis satu minggu minimal sekali. Tetapi berhubung kemarin Artika (laptop saya) ini sempet masuk rumah sakit dan harus di operasi, diganti harddrive-nya, jadilah saya baru bisa menulis lagi sekarang setelah Artika sembuh ini, dan harus merogoh kocek saya cukup banyak. Memang kesehatan itu sangat mahal ya, makanya harus dijaga bener-bener. Entah kemarin laptop saya rusak itu adalah sebuah cobaan ataukah sebuah hukuman, astaghfirullah, semoga kemarin itu cobaan. Tetapi, yang jelas dibalik setiap kejadian pasti ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Pelajaran yang paling penting dari kejadian ini adalah memiliki backup dari data – data digital yang kita miliki adalah wajib hukumnya! Karena barang-barang elektronik ini bisa rusak kapan pun tanpa diduga-duga, bahkan kadang nggak jelas penyebabnya tiba-tiba rusak aja. Namanya juga barang buatan manusia. Repot kan klo data – data pentingnya hilang semua begini. File kuliah, kerjaan, foto – foto dan vide0 kenangan, hmmff… Itu si yang paling beratnya, karena yang namanya waktu itu nggak akan pernah bisa di ulang walau sedetik pun. Dan memori manusia sangatlah terbatas, mudah lupa, karena memang kita tempatnya salah dan lupa. Jadi saya sangat menyayangkan di saat file foto-foto kenangan saya bersama keluarga dan teman-teman saya hilang. Padahal seru jika dibayangkan, saat tua nanti melihat-lihat foto masa muda kembali, hahaa.. Okay, sekian dulu klarifikasi kenapa target saya yang baru saya publikasikan (nge-post disini seminggu sekali) sudah langsung tidak tercapai di minggu pertamanya.

Okeh, tetap semangatt hadapi tahun baru dengan semangat yang baru!!

Semangat untuk jadi lebih baik, semangat untuk terus belajar, semangat untuk terus berkarya dan berprestasi!!!

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

P.s. Nanti sore saya mau nonton film jackie chan yang baru, the spy next door, akan sangat menyenangkan nih, insyaAllah.. :)

-Doel-

Posted in My Journal | Leave a comment

Selamat Tahun Baru 2010!!!

Assalamu’alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh…

Oke, pagi hari di hari Jumat, hari yang paling agung bahkan lebih agung daripada Hari Idul Fitri dan Idul Adha. Hari ini juga hari pertama di tahun baru masehi. Saya mencoba mengumpulkan niat dan semangat yang baru untuk menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena di penghujung tahun 2009 kemarin, tahun itu ditutup dengan kehilangan besar bagi bangsa kita. Kita kehilangan sosok seorang bapak bangsa, yang menjadi panutan, guru, dan juga kawan bagi setiap ‘wong cilik‘. Ya, Gus Dur dipanggil oleh Allah SWT untuk kembali kepada-Nya. Selamat jalan Gus! Semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT, dan dimaafkan segala kesalahanmu, juga semoga mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW. Sungguh banyak pelajaran yang beliau tinggalkan untuk kita yang tidak dapat saya sebutkan satu-satu disini. Begitu ramainya masyarakat Indonesia yang berduka atas kepergiannya, menunjukkan betapa beliau merupakan sosok yang sangat dicintai seluruh rakyat negeri ini. Saya jadi berpikir, jika saya meninggal, apakah akan banyak juga orang yang berduka atas kepergian saya? ataukah justru mereka senang dengan kepergian saya? Hmmm, dari sini saya bertekad, jika memang tidak ada yag berduka dengan kepergian saya nanti, semoga minimal tidak ada yang bergembira dengan kepergian saya. Ingatkan saya kawan-kawan. Karena memang sebaik-baiknya manusia, adalah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Dan seburuk-buruknya manusia, adalah yang pendek umurnya dan buruk amal perbuatannya. Na’udzubillah, semoga saya tidak menjadi kriteria yang kedua itu.

Baiklah, untuk menjalankan niat untuk menjadikan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, saya harus menyusun strategi. Hmm, sebenarnya belum dipikirkan strateginya, yang sudah ada di kepala dulu deh, nanti bisa di edit lagi..

1. Hidup lebih teratur, lebih rapi dan terorganisir, –> terimakasih kepada Fathia Qadreza untuk hal ini, saya terinspirasi dari dia, *gw beli planner lho cha, hahaa.. :D

2. Kurangi waktu tidur –> saya bisa tidur dimana-mana biasanya, harus dikurangin nih..

3. Ga boleh menunda-nunda pekerjaan –> kayaknya ini jadi masalah semua org, harus punya tekad kuat nih untuk ngejalaninnya

4. Time Management! –> ini niih intinya kayaknya, idup gw berantakkan di 2009 krn ini ga bener..

Segini dulu deh, masih banyak yang harus di urus, saya mau balik ke bandung sore ini, karena banyaknya tugas dan UAS yang sudah menanti. Padahal besok keluarga saya mau liburan ke anyer, :( lagi-lagi, ga bisa ikut karena urusan akademik. Oiya, 2010 ini saya menargetkan mau nulis minimal 1 kali deh seminggu, jadi sebulan 4 post lah yaa, semoga tercapai, salah satu cara membuat hidup lebih teratur nih.

Okay, Happy New Year Everyone!! Have a nice day today! Have a wonderful year this year!!

Wassalamu’alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh…

-Doel-

Posted in In my head, My Journal | Leave a comment

Ghibah Itu Penyakit Hati

Halo-haloo, udah lama ga update. Karena sedang banyak kesibukan juga. Sekarang pun sebenernya masih banyak tugas yang belum dikerjakan, tapi berhubung saya baru saja membaca artikel khutbah Jum’at yang sangat bagus dan menurut saya sangat perlu untuk di-share, jadi saya luangkan waktu sedikit. Nih, asalnya dari sini : http://www.oaseislam.com/modules.php?name=News&file=article&sid=755

Semoga bermanfaat, semoga Allah SWT selalu membukakan hati kita, menganugrahkan kita hidayah dan memberikan kita taubat yang sesungguhnya. amiiinn.

-Doel-

Hadirin jam’ah shalat jum’ah rahimakumullah.

Allah berfirman dalam Surat Al-Hujurat ayat 12:
…..
…..
Yang artinya adalah:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujuraat:12)

Ayat ini mengandung larangan berbuat ghibah atau menggunjing atau seperti apa yang telah ditafsirkan pula pengertiannya oleh Rasulullah, sebagaimana yang terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Abu Hurairah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah itu?” Rasulullah menjawab, “Kamu menceritakan perihal saudaramu yang tidak disukainya.” Ditanyakan lagi, “Bagaimanakah bila keadaan saudaraku itu sesuai dengan yang aku katakan?” Rasulullah menjawab, “Bila keadaan saudaramu itu sesuai dengan yang kamu katakan, maka itulah ghibah terhadapnya. Bila tidak terdapat apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta.”

Menurut bahasa, kata ghibah berasal dari al-ghib (tidak tampak). Makna ghibah berkembang jadi bergunjing atau membicarakan aib orang yang tidak disukai. Ghibah merupakan penyakit jiwa yang destruktif (berbahaya) dan termasuk kelompok Nafsu Lawwamah. Terbentuknya ghibah karena munculnya sifat iri dan dengki dalam hati seseorang, karena faktor tidak suka, cemburu dan benci. Kemudian sifat tersebut mengkristal menjadi benih-benih su-uzhan (buruk sangka). Adapun pemicu munculnya su-uzhan karena panca indera rekaman terhadap semua peristiwa dengan disertai lintasan negatif thinking (pikiran yang buruk). Setelah itu, disimpulkan menjadi sebuah persepsi dan opini, padahal kesimpulan tersebut belum tentu sesuai dengan fakta dan realita. Selanjutnya, persepsi tersebut diekspresikan dalam bentuk kata-kata. Ketika itu, akal tidak mampu berpikir jernih karena tergulung gelombang ghibah, sehingga membuncah kalimat kebencian dan keburukan pada orang lain yang merupakan refleksi batiniahnya. Itulah yang disebut ghibah.

Ghibah adalah haram. Tidak ada pengecualian mengenai perbuatan ini kecuali bila terdapat kemaslahatan yang lebih kuat seperti beberapa hal atau kasus sebagai berikut:

1. Orang yang mazhlum (teraniaya) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut haknya.

2. Meminta bantuan untuk menyingkirkan kemungkaran dan agar orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Pembolehan ini dalam rangka isti’anah (minta tolong) untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat ke jalan yang hak. Selain itu ini juga merupakan kewajiban manusia untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar. Setiap muslim harus saling bahu membahu menegakkan kebenaran dan meluruskan jalan orang-orang yang menyimpang dari hukum-hukum Allah, hingga nyata garis perbedaan antara yang haq dan yang bathil.

3. Memperingatkan kaum muslimin apabila ada perawi, saksi, atau pengarang yang cacat sifat atau kelakuannya, menurut ijma’ ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadits. Apalagi hadits merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur’an.

Mempergunjingkan seseorang selain pada hal-hal yang diperbolehkan seperti pada hal-hal tersebut sebelumnya, pengharamannya sangat kuat. Itulah sebabnya Allah menyerupakan perbuatan ghibah dengan memakan daging manusia yang sudah menjadi bangkai.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, “Setiap harta, kehormatan, dan darah seorang muslim adalah haram atas muslim lainnya. Cukup buruklah seseorang yang merendahkan saudaranya sesama muslim.”

Bagi orang-orang khusus, melakukan ghibah meski hanya di dalam hati itu tidak dibenarkan, karena dapat mengotori hati. Sebagaimana pernah terjadi pada Syaikhul Junaidi Al Bagdadi, ketika sedang berada di masjid menunggu jenazah yang akan disembahyangi. Tiba-tiba datang seorang pengemis yang meminta-minta, melihat hal itu beliau berkata dalam hati: “Andaikan pengemis itu mau berusaha, niscaya lebih baik baginya dan tentunya tidak jadi pengemis.” Kemudian malam harinya beliau bangun sebagaimana biasa, untuk melakukan shalat malam dan zikir. Tapi tidak biasa-biasanya beliau merasa sangat berat di dalam melaksanakannya, akhirnya beliau hanya duduk hingga tertidur, di dalam tidurnya bermimpi disuguhi hidangan yang masih tertutup rapi. Kemudian dibukanya dan beliau sangat terkejut ketika melihat tumpukan daging, di antaranya ada tersembul wajah pengemis yang tadi siang ada di depan masjid. Belum lepas rasa kaget beliau, terdengar suara lantang:

“Makanlah daging itu, karena kamu telah mengghibah orang tersebut. “Beliau baru ingat kejadian tadi siang dan terlintas dalam hati: “Padahal aku hanya bicara dalam hati, tidak sampai membicarakan kepada orang lain.” Kemudian langsung dijawab: “Orang yang seperti kamu tidak layak melakukan ghibah, sekalipun dalam hati, seolah-olah kamu tidak mengerti hikmah Allah. Karena itu, kamu harus meminta maaf kepadanya.” Lalu beliau terbangun dan bergegas mencari pengemis. Selang beberapa hari kemudian, baru bertemu dengan pengemis itu di sebuah sungai. Beliau perlahan-lahan berjalan mendekati pengemis tersebut. Sebelum beliau lebih dekat dan sempat berbicara, pengemis tersebut lebih dulu bertanya: “Apakah kamu akan mengulangi lagi, wahai Abul Qasim?” “Tidak,” jawabnya. Kemudian pengemis tersebut berkata lagi: “Sudah pulanglah, semoga Allah mengampuni dosamu.”

Jamaah Jumat yang berbahagia

Dalam sekelompok orang yang sedang dalam perbincangan, kita sering menemui pembicaraan yang mengarah kepada kejelekan seseorang, entah yang memulai pembicaraan itu kita atau orang lain, disadari atau tidak disadari. Yang jelas apabila kita ikut larut dalam memperbincangkan kejelekan orang maka kita telah berbuat ghibah yang dalam Al-Qur’an dan hadits telah diterangkan perbuatan itu adalah terlarang (haram). Maka bagaimana sebaiknya kita menyikapi kasus yang demikian? Insya Allah berikut ini adalah poin-poin yang dapat menjauhkan kita dari ghibah:

1. Pertama merasakan apakah yang dibicarakan itu termasuk ghibah atau bukan. Caranya mudah, yaitu bayangkan seandainya orang yang kita bicarakan itu mendengar apa yang kita bicarakan, jika dia merasa tidak senang maka itu adalah perbuatan ghibah.

2. Setelah mengetahui haramnya ghibah maka berusaha semaksimal mungkin untuk menjauhinya yaitu dengan menyeleksi apa yang akan kita katakan. Apabila kita ketahui apa yang akan kita katakan itu tergolong ghibah, maka harus ditahan untuk mengatakannya. Atau apabila kita kemudian menyadari apa yang terlanjur kita katakan itu adalah ghibah karena khilaf tidak sengaja, maka sesegera mungkin bertobat (beristighfar) dan bertekad lagi untuk lebih hati-hati dalam berbicara.

3. Menelaah, merenungkan, dan meyakinkan diri sendiri bahwa dengan membicarakan kejelekan orang lain sebetulnya itu sama sekali tidak akan menambah derajat kita. Justru orang yang sering berbuat ghibah akan mudah untuk tidak dipercaya orang lain, dan hatinya pun tidak akan tenteram.

4. Menyadari bahwa seseorang yang kita bicarakan kejelekannya itu sebenarnya adalah saudara kita sendiri, bukan musuh yang harus dihujat atau pun dicela. Sekiranya seseorang tersebut melakukan perbuatan tercela atau yang kurang berakhlak maka sesungguhnya dia belum mengetahui tentang ilmu, maka kita seyogyanya ikut menunjukinya kepada jalan yang lurus bukannya malah menggunjingnya.

5. Jika kita diajak membicarakan kejelekan orang lain oleh seseorang maka kita harus menyadari bahwa ada dua kemungkinan tentang orang yang menggunjing, pertama karena dia belum tahu haramnya ghibah menurut Islam atau kemungkinan kedua yaitu dia sedang khilaf tanpa sengaja telah menggunjing. Maka berusahalah untuk menghentikannya secara ma’ruf tanpa menyinggung perasaannya. Pertama ingatkanlah secara lisan bahwa kita dilarang berbuat ghibah. Jika belum berhenti, maka kita bisa menanggapi seperlunya kemudian berusaha mengalihkan kepada pembicaraan yang lebih baik. Jika sekiranya kedua upaya itu belum menghentikannya berbuat ghibah maka diam adalah lebih baik, kemudian berdoa supaya kita dan orang tersebut sama-sama dijauhkan dari perbuatan ghibah.

Kaum Muslimin sidang Jum’at yang berbahagia,

Itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan, bahwa sesungguhnya ghibah itu dilarang dan merupakan salah satu penyakit hati yang kita harus bisa berusaha untuk menyembuhkannya. Utamanya nasihat ini saya tujukan kepada diri saya sendiri dan juga kepada seluruh kaum muslimin supaya kita bisa saling mengingatkan untuk beramar ma’ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan meninggalkan kemunkaran.
Barakallahu lii wa lakum

Khutbah II
…..
…..
Jama’ah Jumat yang dimuliakan Alloh,

Jumhur ulama berpendapat, cara yang mesti ditempuh oleh orang yang bertobat karena menceritakan saudaranya ialah hendaknya dia menghentikan perbuatan itu dan bertekad tidak akan mengulanginya. Sebagian ulama men-syaratkan pula untuk meminta maaf kepada orang yang telah digunjingkannya itu. Adapun yang lainnya mengatakan bahwa tidak menjadi syarat baginya meminta maaf kepada orang itu. Karena bila dia memberitahukan kepada orang itu tentang gunjingannya, barangkali ia akan merasa lebih sakit daripada dia tidak mengetahui apa yang telah dipergunjingkan orang terhadap dirinya itu. Sehingga akan lebih baik apabila umpatan diganti dengan pujian.” Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani bahwa Nabi bersabda, “Barangsiapa yang membela seorang mukmin dari seorang munafiq yang menggunjingkan dirinya, maka Allah akan menurunkan kepadanya satu malaikat yang akan memelihara dagingnya di hari kiamat nanti dari jilatan api neraka. Dan barangsiapa yang melemparkan kepada seorang mukmin sesuatu yang dimaksudkan untuk mencelanya, maka Allah akan menahannya di jembatan Jahannam sehingga dia menarik kembali apa yang telah diucapkannya itu.” Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Abu Dawud.

Demikianlah khutbah yang saya sampaikan, marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa bersama-sama,
…..
…..
Ya Allah, jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala dosa kami,
Hari dimana Engkau singkapkan tabir dari hati kami,
Hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di hati kami.
Ya Allah, sucikanlah kami dari dosa-dosa,
Dan bersihkanlah diri kami dari segala aib,
Tanamkanlah ketaqwaan di dalam hati kami,
Hiasilah diri kami dengan penutup dan kesucian,
Tutupilah diri kami dengan pakaian qanaah dan kerelaan.
Jadikan amal-amal kami sebagai amalan yang tulus hanya kepada-Mu,
Ya Allah, sediakanlah untuk kami sebagian dari rahmat-Mu yang luas,
Berikanlah kami petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang,
Dan bimbinglah kami kepada kerelaan-Mu yang penuh.
…..
…..


Posted in Mengejar Iman | Leave a comment